Kios yang Tidak Aktif pada Taman Topi Square di Kota Bogor
Taman Topi Square merupakan ruko di Jl. Kapten Muslihat, Cibogor, Bogor Tengah, yang dikembangkan
oleh PT Catur Bangun Mandiri. Di bagian depan gedung tertulis bahwa tempat ini
adalah Pusat Grosir Tas Sepatu Terbesar di Bogor. Nama ‘Taman Topi’ sendiri
diambil dari nama theme park yang
bersebelahan dengan Stasiun Bogor.
Terdapat Sarana dan Prasana pada Taman Topi Square yaitu,
car park, lift lobby, keamanan 24 jam, tempat antar/ jemput, dan pintu masuk
utama. Selain penyediaan pusat grosir, Taman Topi Square juga menyediakan
tempat makan, terdapat jenis makanan local maupun makanan western yang dituju untuk pengunjung, petugas pengelola (pengguna
gedung taman topi square).
Pusat grosir tas dan sepatu ini terdiri dari 5 lantai
termasuk basement. Dan terdapat
beberapa kios-kios. Namun, tidak
sepenuhnya kios-kios tersebut digunakan ataupun disewa untuk pedagang. Bahkan ada
beberapa lantai yang sudah tidak aktif lagi, dengan kios-kios yang tutup,
sehingga tidak adanya kegiatan pada lantai tersebut.
Dalam segi pencapaian
pengunjung pada taman topi ini dapat dikatakan strategis, karena dilewati
angkutan umum serta dapat dijangkau pejalan kaki dari arah stasiun bogor, stasiun
paledang bogor, dan Kebun Raya Bogor.
Namun, dengan kondisi kios
yang tidak aktif, membuat pengunjung berkurang. Dan dilihat dari segi sirkulasi
untuk pengendara yang dapat menjadi tempat antar/jemput pengguna taman topi
dengan lahan yang terbatas, dapat menghambat kendaraan lain yang akan masuk. Kios
yang tidak aktif juga dapat dilihat dari segi jenis jualnya sesuai atau
kebutuhan yang diperdagangkan kepada pengguna. Dan kenyamanan penjual pada kios
tersebut juga dapat dilihat dari design pada bangunan Taman Topi Square, tidak
hanya penjual namun dalam segi design arsitektur juga dapat menjadi daya tarik
untuk pengunjung.
Pada area kawasan Taman Topi
Square terdapat beberapa pedagang kaki lima yang menghambat pejalan kaki pada
pedestrian yang terdapat tepat didepan bangunan pusat grosir tersebut.
Dari segi pencapaian yang
baik, Taman Topi Square ini dapat dikembangkan melalui redesain ataupun revitalisasi.
Redesain pada dasarnya sama dengan proses desain pada umumnya. Akan tetapi,
pada redesain proses desain dilakukan terhadap sebuah bangunan yang sudah
terbangun agar lebih memaksimalkan tujuan dan fungsi dari sebuah bangunan. Sedangkan,
revitalisasi merupakan suatu proses atau cara dan perbuatan untuk menghidupkan
kembali suatu hal yang sebelumnya terberdaya sehingga revitalisasi berarti menjadikan sesuatu atau perbuatan untuk menjadi
vital, sedangkan kata vital mempunyai arti sangat penting atau sangat
diperlukan sekali untuk kehidupan dan sebagainya. Pemecahan masalah ini dapat
dilihat melalui jenis sirkulasi, zonasi, dan segi arsitekturalnya. Bisa juga
dialih fungsikan, yang disesuaikan kepada kebutuhan pengguna.


Komentar
Posting Komentar